Apakah anda pernah belajar bahasa lain selain bahasa Indonesia? Jika pernah, maka pasti anda pernah menemui kendala sebagaimana orang mempelajari hal baru dalam hidupnya. Beberapa kendala akan muncul bertahap sesuai dengan tingkat kesulitan masing-masing tahapan belajar. Mulai dari level yang paling dasar, menengah , hingga mahir sekalipun, seorang pembelajar bahasa masih akan menjumpai kendala-kendala yang berkaitan dengan tingkat penguasaannya.
Pada level dasar, seorang pembelajar bahasa mulai mengenal bunyi bahasa, cara pengucapan dan pengenalan kosa kata secara visual maupun audiotorial dan tak jarang pula melalui aktifitas kinestetik. Pada fase ini juga, mulai diperkenalkan teori-teori dasar, seperti tata bahasa, yang dipergunakan untuk memproduksi kalimat-kalimat dalam bahasa yang dipelajari. Pada level-level berikutnya, penguasaan materi-materi ini akan meningkat dan berkembang seiring dengan bertambahnya input yang dia terima. Sebagai outputnya, seorang pembelajar bahasa akan dapat memproduksi kata-kata atau kalimat bahkan sebuah discourse melalui keterampilan mendengarkan(listening), berbicara(speaking), membaca(reading), dan menulis(writing). Proses output ini ternyata tak selalu mulus seperti yang diharapkan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perforrmance seorang pembelajar bahasa. Salah satu faktor itu adalah monitor.
Istilah monitor berasal dari bahasa Inggris monitor yang artinya layar. Ini adalah sebuah perangkat kasat mata yang terdapat dalam otak kita yang berfungsi layaknya sebuah monitor. Pengaruh fungsi perangkat ini paling besar nampak dalam penampilan seorang pembelajar bahasa ketika dia berbicara. Coba anda ingat-ingat, suatu saat mungkin anda pernah melihat seseorang ragu-ragu untuk mempraktikkan kemampuan berbicaranya dalam bahasa asing padahal sudah dipersiapkan sebelumnya. Atau bahkan anda mengalaminya sendiri ketika anda merasa takut membuat kesalahan dalam pemilihan kosa kata, tata bahasa, pengucapan dan sebagainya. Ini adalah alami sekali karena di sinilah perangkat monitor ini sedang bekerja memantau anda.
Dalam ilmu psikolinguistik, pengkajian ilmu bahasa berkaitan dengan ilmu psikologi, pembelajar bahasa disebut sebagai monitor user(pengguna monitor). Mereka diklasifikasikan menjadi tiga tipe, yaitu
1. overuser,
2. underuser,
3. optimal user.
Tipe pertama, overuser, adalah orang-orang yang boleh jadi dari segi penguasaan tata bahasa, kosa kata, dan yang lainnya cukup bagus tapi masih ragu-ragu untuk menyampaikan secara oral apa yang dia igin katakan. Sebagai akibatnya, mungkin saja mereka malah tak dapat memproduksi sepatah katapun. Tipe ini identik dengan orang-orang yang memiliki karakter introvert yang cenderung tertutup.
Tipe kedua adalah underuser. Tipe ini ada pada orang-orang yang secara konsep, penguasaan bahasanya kurang; minim pengetahuan tata bahasa dan juga kosa katanya. Tetapi dengan segala keterbatasannya tersebut, mereka tetap memiliki kepercayaan diri yang baik untuk berbicara dalam bahasa yang baru dipelajarinya tanpa ragu-ragu. Beberapa atau malah banyak kesalahan-kesalahan tata bahasa, kosa kata dan sebagainya dia buat tetapi semua itu tidak mempengaruhi dia dalam menyampaikan apa yang ingin dia katakan atau pikirkan. Tipe pengguna monitor satu ini lebih identik pada orang-orang berkarakter ekstrovert.
Sedangkan tipe yang ketiga, yaitu optimal user, sering kita jumpai ketika kita melihat orang-orang yang mampu menyampaikan ide, gagasan ataupun obrolan-obrolan ringan dalam bahasa kedua atau bahasa asing mereka dengan baik. Pembelajar bahasa dengan tipe ini memiliki penguasaan bahasa yang bagus, tidak hanya kaya akan kosa kata, mampu menggunakan tata bahasa yang sesuai, tetapi juga mampu mengorganisasi ide-idenya dengan baik melalui bahasanya tersebut sehingga dia berhasil menggunakan bahasanya secara optimal.
Setelah mengetahui tipe-tipe tersebut diatas, cobalah menidentifikasi tipe manakah yang sesuai dengan anda? Tipe yang bagaimana yang anda inginkan? Bagaimana usaha anda untuk mewujudkan keinginan anda? Siapapun dan tipe apapun anda, sebaiknya anda selalu ingat bahwa bahasa apapun memiliki fungsi komunikatif , untuk menyampaikan ide, pikiran, gagasan dan apapun yang anda ingin sampaikan pada orang lain untuk dimengerti dan mendapatkan apa yang anda inginkan. (roe)
0 comments:
Post a Comment